Rabu, 09 September 2009

SEDIKIT BEKAL BAGI PARA PENENTANG AGAMA SYIAH


Bismillahirahmanirrahim

Puji dan syukur mari kita panjatkan bersama atas kehadirat Allah SWT yang telah menjadikan kita sebagai mahluk Nya yang senantiasa diberikan kepercayaan guna menjadi khalifah dimuka bumi ini, serta senantiasa berusaha unuk menjadi yang terbaik dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Salawat dan salam juga tidak lupa kita curahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita kepada jalan yang lurus menuju keridhoan Allah SWT hingga akhir zaman.

Tulisan ini sengaja dibuat berdasarkan pengalaman yang penulis alami selama bergaul dan berdebat dengan beberapa rekan-rekan saya yang beragama syiah yang dengan sangat giat sekali untuk mendoktrin siapa saja yang dianggabnya target sasaran aqidahnya. Maka dari itu dengan berbekal sedikit pengalaman yang ada tersebut izinkanlah saya untuk memberikan sedikit saran bagi saudara-saudaraku baik muslimin maupun muslimah yang mungkin saat ini tengah berada dalam posisi persimpangan jalan ke Islaman yaitu antara memilih islam menurut keyakinannya yang telah lama dianutnya atau beralih kepada syiah yang sementara menggerogoki keyakinannya itu yaitu agama syiah yang berlabel islam ahlul bait nabi. Tidaklah menutup kemungkinan bahwa saudara-saudaraku yang berada pada posisi demikian, saat ini menjadi mahluk Tuhan yang sangat kebingungan tanpa pegangan dan rujukan sama sekali karena kurangnya ilmu agama yang dipunyainya selama ini. Dimana prasangka mulanya menurut mereka bahwa islam itu tidaklah memiliki bajakan-bajakan atau sempalan yang ekstrim dan melenceng akan tetapi ternyata sebaliknya penuh dengan dinamika yang apabila kita tidak mencermatinya maka kita akan terkecoh dengan label islam yang palsu karangan para munafikun antek-antek yahudi yang tidak henti-hentinya menggunakan cara-cara adu domba dan propaganda guna merusak islam dari dalam. Hasilnya adalah umat islam semakin dihinggapi rasa ragu yang sangat besar akibat ketidak mampuannya untuk menolak aliran keyakinan baru yang dihadapinya yang penuh dengan intrik-intrik serta argumentasi logika yang menyulitkannya untuk berdebat secara rasional guna mempertahankan keyakinannya yang lama. Tulisan saya ini juga sengaja saya peruntukkan buat kalangan para akedemisi khususnya para mahasiswa yang nota benenya sebagai manusia yang gemar mencari kebenaran dengan mengandalkan pandangan-pandangannya yang serba ilmiah dan dapat diterima secara logika karena banyak dari kalangan para mahasiswa ini umumnya terjebak pada permasalahan seperti ini, sehingga tanpa ilmu dan pengetahuan yang berimbang pada dirinya serta merta menjadikan dirinya ikhlas harus tunduk kepada doktrin bajakan, dalam hal ini aqidah syiah sesat dan menyesatkan.

Pada tulisan ini juga saya tidak mau menjabarkan tentang isi dari pada kesesatan syiah tersebut namun saya cendrung untuk memilih menjabarkan langkah-langkah apa saja yang mesti diwaspadai dan dilakukan oleh seorang muslim yang tengah berada pada posisi seperti yang saya utarakan diatas agar insya Allah dapat terhindar dari proses doktrin yang dibiuskan oleh syiah yang sesat dan menyesatkan baik yang terjadi secara formal maupun non formal.

Adapun beberapa hal yang berlu diperhatikan agar kita mampu untuk mengidentifikasi serta mengenali pergerakan syiah dalam upayanya membius umat islam saat ini yaitu:

1. Pendekatan Logika

Umumnya para misionaris syiah dalam upayanya membius umat islam malakukan pendekatan dengan cara diskusi dan debat serta kajian keilmuan dengan menggunakan pendekatan logika yang materi awalnya biasanya tentang Ada dan Tiada serta keyakinan tentang keberadaan Tuhan pencipta alam semesta. Biasanya juga para misionaris ini mengajak para targetnya untuk berpikir secara bebas tanpa bersandarkan kepada kebenaran alquran dan hadits karena dalam tahap ini target diharuskan melepaskan diri dari segala atribut agama yang dianutnya dengan dalih berpikir bebas berdasarkan kemampuan alamiahnya yaitu penalaran akal dan pikiran. Bentuk diskusinya biasanya dalam bentuk kelompok-kelompok kecil sampai bentuk pengkaderan formal disebuah tempat yang disepakati. Rumus strategi mereka layaknya (1+0=1) artinya dengan pemahaman yang kosong seseorang lebih mudah untuk di isi dengan pemahaman yang baru.

Rekomendasi: jika terjadi hal seperi ini sebaiknya anda tidak perlu panik namun cobalah untuk menggunakan pola negatif thinking dalam menyimak argumennya karena salah satu cara menangkalnya yaitu dengan membiarkannya mempresentasekan materinya hingga selesai karena dengan begitu kita dapat dengan mudah mengetahui kelemahan materi yang dibawakannya. hindari proses debat jika anda tidak cukup ilmu tentang materi yang diutarakan karena hanya akan membuat anda bingung dan menyetujui pendapat pemateri, biasanya mereka para misionaris ini enggan dan ragu-ragu jika lawan diskusinya tidak merespon materi yang dibawakannya serta sanga bergairah untuk mendoktrin jika kita berlaku sebaliknya. Sebaiknya anda mesti tahu siapa lawan bicara anda jika ia seorang syiah maka cari buku yang menentang syiah serta bacalah tujuan mereka. Anda otomatis telah terproteksi secara tidak langsung insya Allah.

2. Pendekatan Sejarah

Para misionaris syiah dalam upayanya untuk menyesatkan umat maka salah satu langkah yang dilakukannya juga adalah dengan melakukan pendekaan sejarah baik itu sejarah islam maupun sejarah suatu daerah tertentu yang dihubungkan dengan syiah dan kebesarannya. Pada tahap ini biasanya orang banyak yang terkecoh, sebab sang target tahu tentang sejarah tapi tidak memahami sejarah itu secara detail apalagi mengenai asal usulnya baik itu budaya maupun ada istiadat didalamnya. Biasanya para misionaris memanfaatkan kesempatan seperti ini dengan menghubung-hubungkan sejarah suatu negeri baik itu tradisi dan budaya suatu daerah dengan kebesaran syiah masa lalu sehingga nampaklah bahwa seolah-olah syiah adalah landasan agama yang benar dan diakui oleh umat pada masanya.

Rekomendasi: jika anda menemukan seperi masalah ini maka sebaiknya anda bertanya kepada pakar sejarah yang ada tentang apa yang anda dapatkan dari sang misionaris syiah dan apabila sejarah tersebut dihubungkan dengan dalil-dalil alquran dan hadits yang dikeluarkan oleh syiah maka carilah para ustad-ustad ahlusunnah atau para ulama sekitar anda untuk menjelaskannya menurut sisi yang lain dari syiah. Gunanya adalah untuk membandingkan keutuhan dari pada sejarah yang sebenarnya karena biasanya syiah dalam memahami alquran dan sunnah berdasarkan pemahaman mereka pribadi yang slalu dihubungkan dengan logikanya, bukan berdasarkan pemahaman generasi sahabat nabi.

3. Penampilan fisik

Para misionaris terdiri dari orang-orang pilihan, biasanya berparas tampan, bertutur kata lemah lembut, sedikit humoris namun ciri khususnya kadang terkesan memaksa dan memandang remeh lawan bicaranya apalagi terhadap orang-orang yang berpaham berbeda atau bukan syiah. Awalnya anda tidak akan dilecehkan dengan keyakinan anda sebelumnya apabila anda tidak menunjukkan sikap konfrontasi terhadap pendapat si misionaris, namun apabila anda mulai melakukan perlawanan maka anda nantinya akan mendapatkan pelecehan keyakinan hingga keakar-akarnya. Kebanyakan yang menjadi target targetnya adalah dari para pengagumnya, khususnya dari kaum hawa.

Rekomendasi : jangan terkecoh dengan penampilan fisiknya dan jika anda cukup ilmu untuk berdebat maka silahkan anda berdebat karena umumnya para misionaris syiah dalam berdebat cuman berdasarkan dokrin sruktural mereka yaitu berdasarkan apa yang didapat dalam tahap pengkaderannya, kapan anda meloncat kepemahaman yang lebih jauh biasanya mereka menolak dengan keras untuk ikut karena tahapnya tidak prosedural menurut mereka (belum mereka lalui) dan jika anda melihat kelemahan mereka niscaya mereka akan semakin keras, dan kadang berdebat tanpa arah . Dalam berdebat syiah juga banyak mengemukakan pandangannya saja atau sangat subyektif sehingga terkesan menjabarkan maksud yang tidak dimaksud oleh obyek yang didiskusikan. Kebanyakan mereka mengartikan sendiri maksud hati Nabi Muhammad SAW,Abu Bakar R.a, Umar Bin Khattab R.a, Usman Bin Affan R.a, Ali Bin Abu Thalib R.a, dll. Termasuk istri-istri nabi SAW.

4. Pendekatan Ceritera

Para misionaris syiah umumnya juga terdiri dari orang-orang yang pandai berpuisi, berpantun, berceritera serta pujangga yang mahir. Pada pendekatan ini biasanya si misionaris akan menawarkan buku-buku bacaan pada sitarget agar dibaca dan direnungkan. Perlu saudara-saudaraku cermati dalam hampir semua buku-buku karya yang mereka suguhkan dalam memuluskan misinya jika diperhatikan secara seksama pasti berisi cerita yang memilukan dan diceritakan sesendu mungkin sehingga pembaca biasanya terlena dan kagum serta tidak sedikit orang yang meneteskan air mata pada saat membaca buku-buku keluaran ulama-ulama syiah tersebut namun satu yang harus saudaraku perhatikan bahwa banyak dari pada riwayat kejadian yang disebutkan didalamnya telah direkayasa atau fiktif . Biasanya buku-buku yang diberikan tersebut merupakan buku-buku perjalanan seseorang yang ujung-ujungnya menerima syiah sebagai ajaran agama yang 100% benar. Hal ini bukan hanya dalam buku-buku syiah saja kita temukan namun dalam doa-doa yang mereka lantunkan pada malam-malam terentu hampir sama puitisnya dengan buku-buku tersebut, sehingga kalau kita mencermatinya bahwa doktrin syiah ini sebenarnya disandarkan dengan kekuatan para pujangga yang suka mendramatisir sesuatu.

Rekomendasi: hindarilah membaca buku-buku yang diterbitkan oleh para penerbit syiah serta segeralah untuk mencari buku-buku pembanding yang kembali meluruskan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini membingungkan anda, karena dengan cara seperti itu anda akan kembali mendapatkan pencerahan yang rasional serta bisa jadi anda termasuk para pejuang agama Allah dari pencemaran yang ditimbulkan oleh para misionaris syiah. Usahakan dalam berdebat dengan orang-orang beragama syiah terlebih dahulu berwudhu dan berdoa kepada Allah SWT agar dihindarkan dari kesesatan mereka serta janganlah berdebat dalam kelompok mereka karena biasanya yang terjadi bukannya mencari solusi namun menimbulkan sikap saling mencela dan meremehkan, targetnya adalah memberikan tekanan psikologi pada lawan debat agar kehilangan konsentrasi dalam berdebat.

5. Mengutamakan Modernitas

Orang-orang syiah biasanya sangat mendukung hal-hal yang berbau mengutamakan modernitas dibandingkan agama, atau hal-hal apa saja yang didukung oleh suara terbanyak dari kalangan umat manusia yang berseberangan serta bertentangan dengan umat islam khususnya dari kalangan ahlusunnah waljamaah (pengikut alquran dan hadis), dimana apa yang menurut ahlusunnah tidak boleh dipihak syiah belum tentu. Sehingga tidaklah mengherankan jika antara ahlusunnah dan syiah selalu tidak tercapai kata mufakat dalam banyak hal tentang agama dan umat ini. Perlu saya sebutkan disini bahwa syiah sangat memuja foto gambar nabi Muhammad yang diyakini mereka sebagai maha karya modern. Assesoris para misionaris ini biasanya untuk pemula memiliki cincin terbuat dari logam dengan simbol bintang ditengahnya layaknya simbol yang terdapat pada bendera israel (zionis yahudi).

Rekomendasi : berpegang teguhlah pada agama islam yang anda anut berdasarkan petunjuk alquran dan sunnah walaupun orang lain menganggab anda orang yang ketinggalan zaman serta harus menjadi terasing ditengah-tengah masyarakat, karena hal ini akan membawa kebahagian bagi anda seperti yang telah diutarakan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya :

Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang terasing (HR.Muslim).

Demikianlah beberapa hal yang saya pikir penting untuk diutarakan disini , semoga bisa memberikan gambaran tentang karakter orang-orang syiah dan gerakannya yang tidak henti-hentinya berupaya membius umat islam guna keluar dari petunjuk Rasullullah yang lurus dan terang serta dengan senantiasa mengharapkan rahmat dan kasih sayang dari ALLAH SWT agar apa yang saya tuliskan ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi umat ini khususnya mereka yang sedang berada dalam kebingungan dan keraguan akibat hasutan dan doktrin para misionaris syiah.

Minggu, 30 Agustus 2009

KAMPUS DAN JERATANNYA

Dewasa ini animo generasi muda dalam meningkatkan kualitas hidupnya sudah semakin besar. hal ini dapat kita lihat dari menjamurnya Perguruan-Perguruan Tinggi baik Swasta maupun Negeri disetiap daerah yang diserbu peminatnya dari berbagai macam kalangan masyarakat yang secara sadar mengambil sebuah keputusan dan menjatuhkan pilihannya terhadap salah satu PT yang dianggabnya sesuai untuknya, ini juga merupakan sebuah wujud dari pada semakin besarnya kesadaran generasi muda akan pentingnya pendidikan bagi peningkatan kualitas hidup dimasa depan.

Beberapa waktu yang lalu beberapa universitas telah melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru bagi calon tetap penghuni Perguruan Tingginya, artinya bahwa besar harapan dengan adanya seleksi tersebut maka nantinya akan memperoleh generasi-generasi baru yang layak sebagai pencari ilmu ditempat tersebut karena dianggab telah lulus dalam seleksi yang dilakukan. Tidak diragukan lagi bahwa para Mahasiswa maupun Mahasiswi Baru tersebut akan mulai memasuki babak baru dari semester pertama hingga semester akhir yang menuntunnya menjadi seorang sarjana yang berkualitas dan layak terjun dimasyarakat pada akhirnya nanti, inilah harapan yang tidak datang hanya dari mahasiswa itu sendiri namun juga harapan dari keluarga dan terkhusus dari para orang tua mahasiswa/mahasiswi.

Universitas sebagai sebuah lembaga Pendidikan Tinggi juga merupakan sebuah lembaga yang tidak pernah terlepas dari pada dinamika didalamnya mulai dari pada kegiatan belajar dan mengajarnya yang sifatnya kurikuler maupun kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler lainnya yang sangat besar pengaruhnya bagi para penimba ilmu dalam sebuah perguruan tinggi. Tidak kalah perannya adalah pengaruh dari lingkungan tempat tinggal mahasiswa tersebut, dimana dilingkungan inilah nanti yang membentuk psikologi para Mahasiswa Baru yang akan tinggal dan berdaptasi dilingkungannya atau dengan kata lain mulai meraba-raba bagaimana cara agar bisa mandiri dan bertahan hidup sesuai polanya sendiri dalam lingkungan yang serba baru tersebut.

Pada umumnya Mahasiswa Baru yang datang kuliah di sebuah daerah tertentu pada dasarnya hanya bermodalkan pengetahuan dan pengalaman serta keberaniannya sendiri alias penuh dengan keterbatasan atau belum matang baik secara moral maupun secara emosional (labil). Mahasiswa Baru juga identik dengan kebebasan karena umumnya Mahasiswa Baru tersebut cendrung hidup sendiri dalam kost-kostsan yang lepas dari campur tangan keluarga atau orang tua secara langsung. Tidak sedikit para Mahasiswa Baru yang diharapkan oleh dirinya pribadi maupun orang tuanya pada awal-awalnya ia kuliah, bukannya pulang membawa gelar Sarjana malah pulang dengan membawa gelar sebagai korban kampus dalam konotasi yang negatif hal ini karena banyak dari para mahasiswa tersebut akhirnya mendapatkan predikat pelaku kumpul kebo (pergaulan bebas) atau istilah kerennya korban menikah karena kecelakaan (Married By Accident) dari lingkungannya berada, hal ini juga kadang menjadi momok bagi mahasiswa yang tidak ingin dirinya terjerumus kedalam permasalah tersebut lebih-lebih lagi orang tua para mahasiswa yang ingin melihat anaknya dapat selesai dengan baik tanpa harus terpengaruh dengan kondisi demikian. Maka dari beberapa gambaraan permasalahan diatas maka akan coba kita bahas dan kita kemukakan sebagai bahan pertimbangan bagi para Mahasiswa Baru yang akan berada jauh dalam kurun waktu beberapa tahun terpisah dari orang tua yang selama ini mengatur dan mendidiknya agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang tidak di inginkan tersebut.

Untuk membahas berbagai permasalahan diatas maka saya mencoba untuk menyikapinya dengan beberapa pengalaman yang saya alami serta memaparkannya dalam bentuk-bentuk beberapa tips-tips bagi para Mahasiswa Baru yang telah terekrut dalam suatu perguruan tinggi dan tinggal pada rumah atau kos-kostsan mahasiswa atau pada kawasan yang bebas dari intervensi orang tua secara langsung. Demikian ini untuk mengajak para mahasiswa baru tersebut mengawasi sendiri setiap gerak gerik lingkungannya agar ia bisa terhindarkan dari hal-hal yang dapat merugikan masa depannya. Tulisan saya ini juga pada dasarnya diperuntukkan bagi para mahasiswi-mahasiswi yang polos dan lugu serta emosionalnya yang labil, karena pada kondisi seperti ini merekalah sebenarnya yang mudah untuk terjerat dan terjerumus kedalam hal-hal yang tidak mereka dan orang tuanya inginkan sebelumnya. Tidak lupa pula saya ber Doa Kepada Allah SWT semoga apa yang saya berikan ini ada manfaatnya bagi diri saya dan adik-adik saya yang kapasitasnya sebagai Mahasiswa Baru yang mulai melakukan aktifitasnya dilingkungan barunya.

A. BEBERAPA HAL YANG MESTI DI PERTIMBANGKAN OLEH PARA MAHASISWI BARU DALAM MEMILIH KOST-KOSTSAN ADALAH:

1. Memilihan Rumah Kost

Carilah tempat kost yang tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan. Kalau anda seorang wanita maka tinggallah pada sebuah Asrama putri, namun satu hal yang perlu diperhatikan adalah usahakan tempat tersebut juga dihuni oleh sang pemilik Rumah Kost serta mempunyai aturan tata tertib yang disiplin dan mengikat karena ini akan memudahkan anda jika terjadi sesuatu dan jika ada keperluan yang berhubungan dengan Rumah kost tersebut.

Rekomendasi: bagi para wanita carilah asrama yang dipenuhi oleh orang-orang yang cendrung rajin beribadah secara berjamaah atau aktifitasnya banyak berhubungan dengan agamanya.

2. Memilih tempat kost

Dalam memilih kawasan atau tempat tinggal, sebaiknya para mahasiswi melihat situasi kehidupan yang ada dikawasan tersebut, karena dalam situasi yang lingkungannya cendrung bebas maka secara tidak langsung akan mempolakan tingkah laku anda yang ada disekitar lingkungan tersebut karena segala sesuatu yang sebenarnya tidak boleh atau tercela secara moral bisa menjadi wajar dan lumrah dalam kawasan yang bebas tersebut. Contohnya jika anda terbiasa hidup pada lingkungan yang penuh dengan orang-orang yang mempraktekkan kebiasan kumpul kebo, sex diluar nikah atau mabuk-mabukkan didepan umum maka jiwa anda pastinya akan mewajarkan dan memaklumi tindakan tersebut nantinya.

Rekomendasi: Tinggallah pada kawasan yang peran-peran masyarakat lebih dominan dibandingkan peran-peran anak kost dan Lebih utama lagi adalah usahakan pada kawasan yang anda pilih masyarakatnya cendrung religius serta anak kost yang ada disitu tidak hidup terlalu bebas tanpa kontrol masyarakat dilingkungan tersebut.

3. Memilih teman bergaul

Teman-teman yang anda jadikan sebagai sahabat sangatlah mempunyai peran penting dalam mengontrol perilaku anda sebab merekalah nantinya yang akan memberikan atau menyarankan anda dalam berbuat sehari-hari jika anda mengalami sebuah masalah. Maka jika yang menyarankan anda keliru bisa jadi anda juga akan mengambil keputusan yang keliru pula.

Rekomendasi : Pilihlah teman atau sahabat anda orang-orang yang kesehariannya tekun dalam kuliahnya , patuh terhadap orang tuanya serta selalu punya pendirian yang kokoh dalam menjalankan agamanya.

B. LINGKUNGAN DAN AKTIVITASNYA

Salah satu karakter Mahasiswa Baru adalah cenderung untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Salah satu bentuknya yaitu selalu memberikan kepercayaan kepada senior guna mampu menjaga dirinya selama ia dalam tahap perkenalannya dengan dunia kampus tempatnya berada, besar harapannya agar mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari mereka, dan kadang hal ini juga merupakan amanah dari orang tua mahasiswa yang menitipkan anaknya kepada mahasiswa lain yang dipandang dipercaya oleh sang orang tua mahasiswa tersebut yang pada kenyataannya tidak memiliki hubungan kekerabatan sama sekali intinya adalah orang tua dan Mahasiswa Baru tersebut cendrung terjebak pada kepercayaan yang besar terhadap orang lain guna menyerahkan anaknya untuk diawasi oleh para senior.

Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami dimana saat itu label saya adalah seorang Mahasiswa Baru, banyak hal yang saya temukan dan dapat diambil sebagai sebuah pelajaran dimana dalam kondisi kita sebagai seorang anak yang tadinya hidup dengan dimanjakan oleh uluran tangan dan bantuan dari keluarga (orang tua) secara langsung, tanpa terasa maka tiba waktunya kita harus berhadapan dengan sebuah realita baru dimana kita harus belajar untuk bisa mandiri dan memenuhi kebutuhan kita sehari-hari dengan usaha kita sendiri dengan bermodalkan anggaran yang terbatas dari orang tua. Point intinya, bahwa disaat kesendirian inilah maka seorang mahasiswa akan mulai berupaya untuk mensketsa pola hidupnya agar bisa bertahan sampai tujuan akhirnya selesai. Akan tetapi ternyata hal ini tidaklah semudah menulis dalam secarik kertas atau menyusun sebuah laporan namun yang terjadi adalah sebaliknya. Untuk itulah diperlukan proteksi guna melindungi diri serta memudahkan menfilter kondisi yang ada disebuah lingkungan tempat kita berada agar kita tidak mudah untuk terkontaminasi dan ikut terjebak didalamnya. Ada beberapa hal yang selalu dipandang sepele oleh umumnya para Mahasiswa Baru yang baru berhadapan dengan kondisi lingkungan yang bobrok dimana pola hidup mahasiswanya cendrung bebas sesuka dan semaunya. Ada pemahaman dimana pada dasarnya mereka beranggapan bahwa mahasiswa yang terjebak tersebut adalah orang-orang yang ceroboh dan tidak kuat imannya sehingga ia menjadikan dirinya terjebak dalam kehidupan bebas tersebut dengan kata lain bahwa segala sesuatunya tergantung dari pada pribadi masing-masing orang. Sekilas pemahaman ini tampak sangat benar apabila ditujukan bagi orang-orang yang tingkat kematangan emosionalnya tinggi, pemahaman agamanya kuat dan pengalamannya cukup dan ia mampu untuk mengontrol pengaruh lingkungannya, namun hal ini sangat bertolak belakang jika ia ditujukan kepada para Mahasiswa Baru yang nota benenya sementara mencari jati dirinya, yang mau tidak mau harus menulis ulang pola hidupnya selama ia berkuliah berdasarkan karakternya sendiri. Karena lingkungannya adalah lingkungan yang baru maka para Mahasiswa Baru ini cendrung mengikuti pola yang ada dilingkungan tersebut, dimana apabila ia berada pada lingkungan yang masyarakatnya bobrok maka tidak menutup kemungkinan pola hidupnya juga akan mengadopsi kebobrokan tersebut seperti perbuatan maksiat, pesta miras, premanisme, judi, dan pesta rokok dikalangan perempuan minimalnya jika ia tidak melakukannya adalah maka ia akan mewajarkan semua tindakan tersebut untuk terjadi sebagai dinamika kehidupan yang sedikit salahnya. Terjadinya hal ini karena Mahasiswa Baru merupakan mahluk sosial yang rentan dan rapuh terhadap kondisi disekitarnya, akibat proses yang sementara yang ia jalani saat mencari jati dirinya. Alhasil adalah Mahasiswa Baru tersebut menyusun dan membuat pola hidupnya sendiri dengan pemahaman lingkungannya berada.

Dari secuil gambaran diatas maka saya coba mengingatkan sebagai saran saya kepada adik-adik saya Mahasiswa Baru agar senantiasa untuk menjaga diri terhadap pengaruh lingkungan tempat anda tinggal karena sekuat apun pendirian anda, namun apabila berada pada lingkungan yang segala sesuatu bebas dimana segalanya dianggab wajar dan dimaklumi denga berbagai macam alasan yang diutarakan maka tidak tertutup kemungkinan anda juga akan terkontaminansi dengan keadaan seperti itu sehingga penyesalanlah hasil akhirnya.

C. MEWASPADAI SENIOR HIDUNG BELANG

Senior atau istilah lainnya orang yang lebih awal baik itu berada dikampus maupun yang ada dilingkungan tempat tinggal para mahasiswa yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih banyak tentang baik-buruknya sebuah aktifitas baik dalam kampus maupun yang berada diluar kampus sehingga dalam berjalannya waktu para senior ini cendrung dijadikan tempat bertanya dan meminta pendapat bagi para Mahasiswa Baru yang ingin mendapatkan pengetahuan dasar tentang kondisi kampus dan lingkungannya, perannya yang sangat dibutuhkan inilah hingga tidak sedikit banyak para mahasiswa baru yang menyandarkan dirinya pada beberapa orang senior yang dianggabnya terpercaya dan bertanggung jawab secara ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu dibelakang hari. Pendapat seperti ini memang ada benarnya karena para senior tidak semuanya berkelakuan buruk namun satu hal yang pasti tidak semua senior itu baik dan mereka dalam tataran pengalaman merupakan manusia atau orang yang lebih tahu dari mereka para Mahasiswa Baru. Namun ada beberapa hal juga yang mesti dipahami dan perlu diketahui oleh para Mahasiswa Baru yang akan mengangkat seniornya sebagai guru penuntun sementara ,dimana diantara senior tersebut memang ada yang tulus ikhlas memberikan bantuan dan pertolongan kepada para mahasiswa baru dan tidak sedikit juga para senior yang berpura-pura ikhlas tapi mengharapkan sesuatu dibelakang semua pengorbanannya (mengambil kesempatan didalam kesempitan) salah satu contoh dilapangan yaitu menjadi pelindung bagi mahasiswi tertentu (biasanya yang menarik hati) pada saat momentum ospek bagi Mahasiswa Baru dengan menghindarkan si junior dari tindakan kakak-kakak seniornya yang lain , tawar menawarnya adalah mengajak si junior untuk menjadi kekasihnya agar ia terbebas dari perlakukan kasar dari senior lainnya dan akan berbuat sebaliknya yaitu perlakuan khusus yang lebih baik dan manja .

Untuk itu ada baiknya pada kesempatan ini juga saya akan memberikan sebuah pengantar dasar bagi para Mahasiswa Baru guna mengenali trik-trik dan upaya para senior hidung belang yang berpura-pura baik pada Mahasiswi Baru khususnya. yang mana hal ini sangat umum kita temukan dilingkungan kita. Namun sebelumnya Perlu saya tambahkan disini bahwa ada beberapa hal yang mesti diwaspadai oleh para Mahasiswi Baru, karena umumnya dalam situasi seperti ini maka yang menjadi sasaran empuk para senior ini adalah para mahasiswi yang jauh dari kontrol orang tua apalagi yang tinggal sendiri dikost-kostsan. Biasanya para senior baik sebagai kakak senior kampus maupun senior lingkungan atau orang yang lebih tau tentang kondisi lingkungan tersebut mampu menarik hati para Mahasiswa Baru dengan berbagai macam argumentasi maupun tindakan lainnya yang menyakinkan sehingga banyak para junior yang menyandarkan dirinya pada pertolongan dari kakak-kakak senior tersebut hingga akhirnya harus membayar perlakuan atau pertolongan mereka itu dengan harga yang tidak murah yaitu mulai dari materi, jiwa maupun raga.

I. Beberapa trik yang biasa dilakukan oleh para senior terhadap para Mahasiswi Baru yang berada dilingkungan tempat tinggalnya:

1. Memberikan perhatian yang besar malahan penuh pada Mahasiswi Baru, biasanya yang dapat perhatian mereka yang memiliki daya tarik bagi si senior tersebut.

2. Memberikan pertolongan diluar batas kewajaran, misalnya sangat setia terhadap permintaan sang junior apa saja yang dibutuhkan

3. Selalu berupaya untuk menanyakan keadaan si junior agar terkesan bertanggung jawab sebagai kakak senior

4. Selalu siap mengantar kemana saja sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan si senior

5. Membuatkan tugas-tugasnya dengan sangat ikhlas, mengetikkan tugas-tugas si junior sekuat mungkin kadang hingga larut malam

6. Turut prihatin atas kondisi si junior melebihi perhatian keluarga dan orang tua si junior itu sendiri apabila mengalami suatu masalah

7. Bersedia menjadi tempat curhat walaupun menyita waktu si senior

8. Selalu berupaya sebisa mungkin membawa oleh-oleh atau buah tangan bagi si junior

9. Menjadi sang penasihat yang terpercaya bagi si senior

10. Berusaha menyukai apa yang disukai oleh si junior dan menghindari apa yang dibenci si junior

11. Menjadi cengeng didepan si junior dalam bercengkrama

12. Menjadi pemberani jika si junior mengalami ancaman dari pihak lain

13. Sok tahu terhadap apa saja yang dipikirnya mampu untuk menarik perhatian si junior

14. Sangat melindungi hingga terasa sangat pribadi dalam mengarahkan dan mengatur.

15. Kadang berlaku layaknya karakter seorang perempuan, hal ini memudahkan ia bergaul secara langsung dengan para juniornya

16. Selalu berupaya mengajak si junior agar keluar dengan alasan refresing ketempat-tempat tertentu

17. Menekan secara halus agar si junior tidak terlalu menutup diri terhadap lingkungannya dengan alasan agar tidak dibilang orang yang sombong dan mementingkan diri sendiri.

18. Mengajak si junior agar senantiasa membaur dengan lingkungannya, utamanya lingkungan kakak-kakak seniornya.

19. Jika berada dalam kamar si junior biasanya para senior mencari cara dengan berbagai alasan agar dapat mengarahkan si junior untuk menutup pintu kamarnya. Hal ini dilakukan agar si senior bebas untuk berekspresi sesuai dengan maksudnya yang tanpa segan dihadapan sijunior.

Inti dari pada trik-trik diatas adalah bagaimana agar si junior merasa simpatik dan merasa berutang budi terhadap si senior, Sehingga pada saatnya nanti proses eksekusi yang dilakukan senior terhadap juniornya dapat dilakukan dengan mudah tanpa ada pertanyaan lebih lanjut baik mengenai dampak ataupun hal yang lainnya jika ada masalah dikemudian hari. Perlu diketahui hal-hal diatas tidaklah muncul dengan sendirinya namun ada beberapa faktor yang juga menjadi sebabnya seperti yang akan saya paparkan dibawah ini :

II. Lemahnya sikap yang di munculkan SI Mahasiswi Baru itu sendiri sehingga menyebabkan mudahnya para senior dalam menjalankan proses eksekusi dari skenario yang telah dibuatnya secara alamiah antara lain:

1. Terlalu menggantungkan dirinya terhadap orang lain sehingga tanpa disadarinya dia sudah memberikan peluang kepada pihak luar untuk mengeksploitasi kepentingan pribadinya.

2. Terlalu lugu dan polos dalam bergaul, artinya tidak memiliki buruk sangka terhadap orang disekitarnya sehingga yang terjadi malah dirinya mempercayai mentah-mentah ucapan atau perbuatan seniornya sehingga hasilnya ia terjebak dalam sebuah skenario yang terencana dari tahun-ketahun yang telah teragendakan secara alamiah

3. Suka curhat terhadap senior atau kawannya yang laki-laki dan dianggabnya dapat dipercaya sehingga secara tidak langsung telah membagi kelemahannya terhadap orang lain tanpa ia sadari bahwa itu adalah celah bagi masuknya intervensi dari orang lain.

4. Selalu menguji-nguji lelaki dalam upayanya menarik perhatian hingga ia tidak menyadari bahwa beberapa senior sangat suka dengan cara demikian karena sang wanita sendiri telah membuka pintu lebar-lebar secara tidak sadar bagi rahasia dirinya yang kurang baik, sehingga sang senior merasa lebih tertantang untuk mengikuti alur permainan si junior dan jika terjadi sesuatu si senior akan tidak merasa bersalah sedikitpun.

5. Gampang kagum terhadap aksi atau perbuatan seseorang, biasanya cewek seperti ini blak-blakan menyatakan kekagumannya terhadap sesuatu, sehingga si senior biasanya menjadikan sifat dan sikap tersebut sebagai salah satu referensinya dalam mendekati si junior.

6. Terlalu baik dan terlalu mudah untuk mengajak seniornya agar mengunjungi kamarnya walau sekedar basa-basi.

7. Terlalu sering menampakkan kelemahannya kepada setiap orang, baik itu finansial maupun emosionalnya

8. Menonjolkan sikap ingin diperhatikan dan ingin dikasihani siapa saja, biasa hal ini tidak disadari oleh si junior itu sendiri dalam bersikap.

9. Terlalu memuja senior sehingga si senior merasa dibutuhkan oleh si junior

10. Rajin keluar dan pulang larut malam, hingga si senior beranggapan negatif terhadap si junior dan mudahlah Ia untuk dicela karena pandangan negatif yang timbul dari hal itu.

11. Selalu berkelompok dengan laki-laki, karena biasanya ada tipe cewek yang lebih senang bergaul dengan laki-laki dari pada dengan perempuan.

12. Suka mengikuti acara hura-hura baik yang dibuatnya sendiri maupun yang dibuat oleh orang lain.

13. sok akrab atau suka dibilang gaul dan alergi dibilang sebaliknya hasilnya adalah mudah jadi perempuan yang suka diajak-ajak kemanapun sehingga tanpa disadari ia ikut terjebak dalam sebuah skenario senior

14. keenakan atau tidak sadar jika sedang digoda atau dipuji oleh sang senior atau siapapun sehingga memudahkan sang senior untuk membiuskan lidah buayanya yang berbahaya.

15. Terlena dengan gaya bahasa sang senior jika mengungkapkan sesuatu apalagi dalam kondisi curhat dan memberikan nasihat.

16. Tidak tahan menderita alias mudah menangis dan selalu tampak cengeng didepan senior-seniornya.

17. Sering menerima tamu teman maupun senior pria yang bukan muhrim dalam kamar dalam waktu yang lama, dampaknya adalah hilangnya kedaulatan kamar tersebut atau berkurangnya otoritas si junior sebagai pemilik kamar yang menjadikan orang lain menganggab bebas berbuat dikamar tersebut

18. selalu menutup pintu kamar jika ada tamu teman atau senior pria dalam kamar walaupun tidak berbuat apa-apa namun hal ini dapat membawa dampak yang buruk bagi si junior kemudian.

D. WASPADAI TEORI TIGA HARI

Perlu diwaspadai juga adalah teori tiga hari yang merupakan sebuah rujukan keberhasilan tingkat tinggi dari pada perjuangan para senior hidung belang dalam menaklukkan Mahasiswi Baru yang dijadikan sebagai target (korban)., dan ini merupakan puncak kejayaan dan kebanggaan senior (baik senior kampus maupun senior lingkungan) yaitu :

1. Kenalan (hari pertama)

Umumnya para senior baik senior kampus maupun senior lingkungan jika ingin mendapatkan seorang korban maka hal yang lumrah dilakukan yaitu dengan cara berkenalan. Biasanya para korban yang terjebak adalah orang-orang yang biasanya terlalu terbuka terhadap lingkungannya artinya orang tersebut terlalu tunduk terhadap lingkungannya tempat ia berada sehingga orang-orang seperti ini akan tunduk pula terhadap orang yang datang berkenalan dengannya karena dianggab sebagai bagian dari lingkungan tersebut, karena senior tersebut dipandang memiliki nilai kekuatan tertentu jika bersahabat dengannya sehingga dampak lebih jauhnya adalah si korban tidak akan melupakan si senior tadi dan timbullah sifat berharap dan bergantung pada orang tersebut secara tidak langsung awalnya dan sikap inilah yang berdampak pada keinginannya untuk mengajak si senior berkunjung kekamarnya kapan saja si senior tersebut mau. walaupun kadang cuma berupa basa-basi namun inilah yang justru menunjukkan dan mempertegas ketaklukannya kepada lingkungan tersebut.

2. Bertamu (hari kedua)

Proses ini merupakan langkah hari kedua dari hari pertama yaitu bertamu dimana untuk menindak lanjuti perkenalannya dengan calon korban maka si senior akan menyempatkan waktunya untuk berkunjung dikamar si junior tersebut dengan menyiapkan segala kemampuan yang dimilikinya guna membawa calon korban tersebut dalam diskusi yang awalnya biasa saja menjadi sesuatu yang serius dan dari hati-kehati maka tidaklah mengherankan jika si senior biasanya berkunjung umumnya memilih waktu pada saat malam hari dengan perhitungan waktu dan kondisi yang tepat. Artinya pada saat si korban sedang sendiri atau menyendiri biasanya doktrin mudah merasuki seseorang.

Pada saat inilah sebenarnya yang paling menentukan posisi si junior dimata si senior dimana pada saat inilah proses pengenalan dan peninjauan lebih jauh akan dilakukan oleh si senior untuk mengetahui dan memahami kepribadian si junior, sehingga jika diperoleh gambaran bahwa si junior adalah orang yang protektif maka si senior akan segan untuk berbuat yang aneh-aneh dan apabila si junior merupakan orang yang gampang bergaul atau terbuka maka disinilah kemenangan si senior untuk melanjutkan rencananya.

3. Bermalam dikamar (hari ketiga)

Mengapa hal ini bisa terjadi dengan mudahnya, karena proses bertamu si senior yang cendrung malam hari dan kondisi si junior yang cendrung menyendiri turut ikut mendukung terjadinya proses doktrin dari siapapun termasuk si senior. Umumnya perasaan yang timbul dari hasil doktrin tersebut yaitu menjadikan si junior berani dan nyaman bila berdua bersama si senior. maka pada waktu itulah proses yang tepat guna menjalankan eksekusi bagi seorang Mahasiswi Baru yang nota benenya polos dan lugu. Biasanya juga sebuah doktrin yang dihembuskan oleh si senior mampu melahirkan sikap untuk bergantung terhadap orang lain dan tidak mau ditinggalkan pada saat itu karena perasaan yang timbul telah menghilangkan batas antara dia dan si senior, biasanya ini terjadi karena si junior terlalu gampang percaya terhadap doktrin alias terlalu lugu dan polos serta takut menolak pandangan-pandangan serta tindakan si senior yang di anggabnya serba tahu. Si junior juga dengan lugunya menelan mentah-mentah setiap pandangan tersebut tanpa analisis dan membiarkannya mengalir seperti air dalam pemikirannya. Hal ini biasanya karena ia di ibaratkan kertas kosong yang belum tertulis sesuatu apapun sehingga jika ada orang yang sempat menulisnya maka orang tersebut dapat membawa Mahasiswi Baru tersebut tunduk pada doktrinnya. Bermalam dikamar juga dapat menjadi trik dari si senior dengan alasan kemalaman ,terkendala untuk pulang kekamarnyalah atau karena alasan inilah dan itulah, sehingga si junior merasa iba, prihatin dan kasihan terhadapnya serta takut untuk mengusirnya. Dan jika ini sampai terjadi maka jika seorang pria dan wanita bukan muhrim berdua-duaan dalam satu kamar maka ketiganya adalah setan yang tugasnya untuk menghilangkan kedinginan alias menghangatkan suasana maka masalahlah yang akan mengisi hari-hari sang mahasiswi baru tersebut. Hai-hati jika menemukan gejala demikian, karena bisa jadi mahkota kebanggaan anda rengut pada saat itu.

E. WASPADAI TIGA JERAT KAMPUS

Kampus merupakan sebuah tempat yang didalamnnya terdapat berbagai macam kegiatan-kegiatan dan aktifitas yang beraneka ragam yang mana semuanya menuntut para mahasiswanya agar terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung, salah satu contohnya yaitu seperti kegiatan-kegiatan yang murni kegiatan kampus artinya kegiatan yang memang berdasarkan kurikulum yang ada maupun yang merupakan kegiatan yang muncul dari lembaga kemahasiswaan baik ekstra maupun intra yang bisa jadi keluar dari kurikulum yang ada . Peran-peran mahasiswa dalam hubungannya dengan aktifitas seperti itu disatu sisi sangatlah positif guna meningkatkan SDM baik secara organisasi maupun secara individual namun apakah hal ini selamanya akan membawa manfaat bagi tujuan awal kita kuliah atau malah menjadi jerat bagi para mahasiswa sehingga lupa akan kuliahnya dan berakhir dengan Drop Out (DO). Inilah yang menjadi pertanyaan yang akan kita bahas lebih sederhana dengan tujuan agar membawa manfaat yang berguna dalam mengajak adik-adik kita yang Mahasiswa Baru agar dapat berkuliah dan selesai sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan dicita-citakan baik oleh diri sendiri maupun yang di inginkan oleh keluarga atau orang tua mahasiswa tersebut.

1. Organisasi

Organisasi adalah sebuah wadah mengkader diri bagi para mahasiswa guna meningkatkan kualitas sumber dayanya sehingga ia mampu untuk lebih berkompetensi dalam hidupnya disegala hal untuk bekalnya dimasa depan, karena banyak hal-hal yang sangat bermanfaat didalam kita berorganisasi karena disinilah kita diajak untuk bertanggung jawab bukan hanya pada diri kita pribadi namun pada anggota maupun masyarakat yang lebih luas dan ini tidak didapatkan dibangku kuliah. Namun hal ini tidak selamanya menguntungkan bagi seorang mahasiswa karena jika seorang mahasiswa lebih mengutamakan organisasinya hingga point utamanya menuntut ilmu adalah organisasi, maka disinilah dia dikatakan terjebak karena point utamanya untuk menuntut ilmu dibangku kuliah tergantikan dan tidak sedikit orang yang berhasil dalam sebuah organisasi kampus namun juga gagal dalam kuliahnya serta mendapatkan predikat Drop Out (DO) pada akhirnya. Maka yang harus diperhatikan oleh para mahasiswa yang ingin kuliah namun juga ingin aktif dalam sebuah organisasi agar mampu untuk menyeimbangkan diantara keduanya sehingga disamping kita berhasil dibangku kuliah tapi juga berhasil dan disegani ditataran organisasi.

2. Kebebasan (pergaulan )

Hal ini biasanya tidak disadari oleh para Mahasiswa Baru karena sifatnya yang mendasar serta merupakan sesuatu yang lumrah bagi siapa saja namun jika tidak cepat diantisipasi bisa menbawa kerugian bagi mahasiswa tersebut karena umumnya mahasiswa yang terjebak dalam masalah ini sadar disaat keluar teguran dari pihak kampus berupa surat Drop Out pada mahasiswa yang bersangkutan . Umumnya mereka yang terjebak dalam masalah ini adalah para mahasiswa yang sukanya bergaul dengan siapa saja hingga kadang ia tidak sadar kalau temannya bergaul adalah orang-orang atau mahasiswa yang sudah tidak aktiv lagi sebagai mahasiswa baik karna sudah selesai maupun yang tidak selesai sama sekali, hingga ia terjebak dengan pergaulannya itu karena kepentingan kuliahnya menjadi kecil nilainya.

Banyak pula para mahasiswa yang tidak mampu melepaskan diri dari jerat kebebasan ini, karena pada posisi ini berbagai macam cobaan sangatlah mengekang karena disini seorang mahasiswa akan cendrung untuk mengutamakan kepentingan lingkungannya yang mempunyai agenda yang cukup padat dengan alasan solidaritas kelompok atau lingkungan untuk selalu bersama setiap waktu dari pada kepentingan kuliah yang menjadi agenda utamanya . Peran lingkungan yang tidak mengenal waktu itulah sehingga menyebabkan seorang mahasiswa tidak bisa mundur dan keluar seenaknya. Biasanya ini terjadi pada lingkungan yang masyarakatnya terdiri dari para preman yang sukanya melakukan pesta miras secara berkelompok hampir disetiap saat, serta terdiri dari orang-orang yang malas atau para mahasiswa lama yang sudah tidak aktif dikampus. Bagi para Mahasiswa Baru sebaiknya menghindar sejauh mungkin dari hal dan lingkungan tersebut dan apabila tidak mampu karena sudah terlanjur maka buatlah ia seimbang antara lingkungan anda dan kuliah anda dengan cara sesering mungkin aktif secara langsung dalam kegiatan kampus serta menjebak diri dalam aktifitas kampus.

3. Pacaran (pergaulan bebas)

Hal ini juga sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas seorang mahasiswa, dimana apabila seorang mahasiswa terjebak dalam masalah percintaan yang mendalam dan konsentrasi hanya pada masalah ini maka jangan pernah anda berharap mampu untuk keluar dari jebakan yang satu ini. Mahasiswa Baru biasanya sangat rentan terhadap masalah seperti ini karena sifat mereka yang cendrung membutuhkan perhatian dan kasih sayang diantara sesamanya, ternyata tanpa disadari telah mengantarkan mereka kepada hal-hal yang cukup serius sampai kadang membuahkan sebuah masalah yang sulit obatnya yaitu MBA (Married By Accident). Alhasil kuliahnya tidak berjalan mulus dan cita-cita untuk mendapatkan gelar sarjana berubah menjadi gelar seorang ibu dan bapak muda. Maka ada baiknya para Mahasiswa Baru agar sebisa mungkin untuk mewaspadai jeratan yang ketiga ini karena hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk ditinggalkan jika sudah terjadi karena sifatnya yang mendalam dan khusus menyangkut sesuatu yang sangat pribadi, untuk itu perkuatlah iman anda serta keluar dan tinggalkanlah daerah atau lingkungan anda yang mendukung potensi terjadinya hal-hal diatas. Karena perjalanan adik-adikku Mahasiswa Baru masih sangat panjang dan penuh harapan dari setiap orang yang mencintai anda.

Demikianlah beberapa karakter dari para mahasiswa baru beserta dinamikanya yang selalu cendrung dimanfaatkan oleh para seniornya yang hidung belang, yang paling suka menunggu korban-korbannya dari tahun ketahun yang masih penuh dengan kepolosan dan keluguan bagaikan kertas kosong yang belum tertulis. Jika adik-adikku para Mahasiswi Baru yang saya cintai masih ingin untuk melindungi diri dari lingkungan yang bobrok serta para senior hidung belang maka ada baiknya jika adik-adikku Mahasiswi Baru untuk cendrung bergaul dengan orang-orang yang sudah jelas kebaikannya sehari-hari baik dalam hubungannya dengan sesama manusia maupun dengan Tuhannya, serta sekurang-kurangnya menjadikan mereka sebagai orang-orang yang menasihatimu jika mendapatkan suatu masalah karena mereka umumnnya adalah orang-orang yang shaleh yang kesehariannya disibukkan untuk berbuat amar ma’ruf nahi mungkar yang selalu berkelompok dalam sebuah majlis-majlis agama dan tidak banyak berbicara mengenai dunianya saja. Lebih lanjut Bagi yang Wanita maka bergaulah dengan sesamamu dari golongan perempuan dan yang pria juga demikian. Hindari sikap bergantung terhadap orang lain dan cobalah menyelesaikan semuanya berdasarkan kemampuan sendiri dan tidak lupa perkuatlah dengan berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa agar senantiasa dihindarkan dari hal-hal yang merugikan seperti diatas dan selalu didekatkan dengan orang-orang yang senantiasa tulus ikhlas dalam menolong saudara-saudaranya yang lain dengan hanya mengharapkan keridhoan dari yang Maha Kuasa yaitu ALLAH SWT.

KENYATAAN LOGIKA MENENTANG AGAMA

Dewasa ini banyak orang yang haus akan kebenaran yang sesungguhnya sehingga dalam setiap kesempatan selalu dimanfaatkan untuk berusaha menyempatkan diri untuk membahas dan mengkaji tentang kebenaran ini sehingga tidaklah mengherankan jika banyak orang yang mulai menyiapkan dirinya serta membekali diri dengan berbagai macam literatur dan berbagai macam pendapat dalam upayanya mencari dan menentukan sebuah kebenaran. Dunia saat ini dihebohkan oleh lahirnya sebuah alat untuk menentukan kebenaran yaitu penggunaan logika dalam kehidupan sehari-hari. dimana dalam bergulirnya waktu akhirnya logika telah menjadi komoditi utama umat manusia dalam mengargumentasikan kebenarannya. Namun hal ini ternyata bagi sebahagian orang dipandang sebagai sebuah alat yang tidak mesti dipakai berhubung manusia pada dasarnya telah memiliki alat menalar secara alamiah yang sifatnya lebih universal dalam menentukan sebuah kebenaran yaitu akal dan pikiran yang tidak membutuhkan logika sedikitpun, karena akal dan pikiran ini dipandang mampu untuk bekerja sesuai dengan fitrahnya sendiri tanpa pembatasan pola tertentu . Logika adalah alat berpikir sistematis yang dicetuskan oleh aristoteles seorang filsuf yunani, yang melengkapi logika tersebut dengan prinsip dasar logika yang bertujuan agar menghindarkan manusia dari kesalahan berpikir. Alih-alih ingin menghindari kesalahan berpikir malah sebaliknya yaitu kebenaran yang ditimbulkan menjadi relatif bagi umat manusia dan pada akhirnya banyak melahirkan dinamika baru yang berkesinambungan hingga saat ini, satu sisi ada yang menghalalkan logika dan disisi yang lain malah mengharamkan dan mengkafirkan pengguna logika dan menurut saya ini benar adanya karena jika kita mengamati tingkah laku umat manusia saa ini maka banyak kita temukan terjadinya pergeseran paradigma manusia dari yang religius menjadi rasionalis materialis (segala sesuatu yang tidak sesuai dengan logika maka ia akan ditolak walaupun ia berupa wahyu sekalipun) . Berikut tanggapan saya terhadap para pengguna logika sekaligus menanggapi beberapa pernyataan yang meragukan kekafiran logika. (pernyataan ini saya kutib dari salah satu situs yang mengkritisi syaikul islam Ibnu Taimiyah tentang pernyataan beliau yang melecehkan logika)
Pernyataan:
“Man tamanthaqa faqad fazandaqa”, demikian ungkapan terkenal dari tokoh besar di dunia Islam, Ibn Taimiyyah. Arti harfiahnya kira-kira adalah, “Barang siapa menggunakan logika maka ia telah kafir”. Apakah sikap seperti ini dapat dibenarkan? Ataukah memang mutlak salah? Apa implikasi jika sikap seperti ini dibenarkan? Dan apa pula konsekuensinya jika ia mutlak salah? Ataukah sikap seperti ini relatif, bisa benar sekaligus bisa salah secara bersamaan atau secara fuzzy ? Dan apa-kah konsekuensinya jika kebenaran sikap seperti ini fuzzy atau relatif?
Tanggapan :
Menurut pendapat saya apa yang dikatakan oleh syaikhul islam Ibnu Taimiyah bahwa logika itu haram dan mengkafirkan memang sangat tepat karena logika sebenarnya sangat tidak dibutuhkan oleh manusia dalam upayanya guna melakukan sebuah penalaran yang benar karna substansi daripada sebuah kebenaran bukan hanya lewat argumentasi namun terletak pada tingkat keilmuan seseorang artinya bahwa seseorang dapat menalar sesuatu apabila dia telah mampu untuk mencoba menggunakan otaknya untuk berpikir maupun bertindak berdasarkan tuntunan yang tepat, hal ini tentunya tidak terlepas daripada sifat dasar manusia yang cendrung bertanya dan menganalisa sesuatu serta ingin berkarya. untuk menyakinkan bahwa suatu penalaran kita benar maka disinilah peran agama sebagai hakim sesungguhnya, bukannya logika yang prinsip dasarnya kurang tepat dan sangat terbatas sehingga mudah terkontaminasi oleh hawa nafsu mahluk yang berlogika tersebut. Implikasinya jika kita berani untuk menolak logika yaitu maka jalan yang luruslah yang akan kita lalui karena arahnya telah mendapakan tuntunan langsung dari Allah SWT yang Maha Benar dalam membuat aturan.
Pernyaaan :
Logika adalah kaidah-kaidah berfikir. Subyeknya akal-akal rasional. Obyeknya adalah proposisi bahasa. Proposisi bahasa mencerminkan realitas, apakah itu realitas di alam nyata ataupun realitas di alam fikiran. Kaidah-kaidah berfikir dalam logika bersifat niscaya atau mesti. Penolakan terhadap kaidah berfikir ini mustahil (tidak mungkin). Bahkan mustahil pula dalam semua khayalan yang mungkin (all possible intelligebles). Contohnya, sesuatu apapun pasti sama dengan dirinya sendiri, dan tidak sama dengan yang bukan dirinya. Prinsip berfikir ini telah tertanam secara niscaya sejak manusia lahir. Tertanam secara spontan. Dan selalu hadir kapan saja fikiran digunakan. Dan harus selalu diterima kapan saja realitas apapun dipahami. Bahkan, lebih jauh, prinsip ini sesungguhnya adalah satu dari watak niscaya seluruh yang maujud (the very property of being). Tidak mengakui prinsip ini, yang biasa disebut dengan prinsip non-kontradiksi, akan menghancurkan seluruh kebenaran dalam alam bahasa maupun dalam semua alam lain. Tidak menerimanya berarti meruntuhkan seluruh bagunan agama, filsafat, sains dan teknologi, dan seluruh pengetahuan manusia.
Tanggapan :
Disinilah sebenarnya kerancuan dari pada logika, mengapa demikian? Karena logika dianggab sebagai sesuatu yang mesti digunakan oleh seseorang sedangkan wujud logika itu baru muncul disaat Aristoteles rajin berdebat dengan masyarakat yunani kala itu, maka untuk bentuk survivalnya dalam berdebat maka dicanangkanlah ilmu logika sebagai alat guna menyelamatkannya dari perdebatan-berdebatan yang dialaminya selama itu dengan menggunakan prinsip dasar logika ciptaannya. Padahal sebenarnya manusia secara fitrah lahir dengan segala kemampuannya untuk menggunakan otaknya guna berpikir dan menjawab semua permasalahannya selama ia hidup tanpa mesti berlogika .kita juga sebenarnya harus membedakan mana berpikir dan mana berlogika? Berpikir sifatnya fitrah artinya ada sejak manusia itu dilahirkan dan berfungsi pada saat otak yang merupakan alat berpikir itu mulai sadar tentang lingkungannya. Sedangkan logika adalah alat yang disusun manusia guna mengarahkan pemikiran manusia berdasarkan prinsip logika Aristoteles yang kelemahannya sebenarnya terletak pada tidak adanya campur tangan agama dalam penerapannya sehingga bagaimana pernyataannya bisa mutlak benar kalau hakimnya (agama) tidak digunakan. Perlu juga kita mengetahui dan renungkan bahwa tidak ada segala sesuatu yang sama dengan dirinya sendiri misalnya anda sendiri. Sebuah contoh “apakah sama anda disaat membaca jawaban saya ini dengan anda sebelum membaca jawaban saya ini?” artinya bahwa segala sesuatu janganlah dipandang dari segi wujudnya saja namun sikap, sifat dan pengaruh yang timbul juga masuk dalam kenyataan yang ada pada diri kita .
Jika kebenaran cuma didasarkan terhadap kekuatan argumentasi maka ini adalah sesuatu yang sangat besar kesalahannya karena argumentasi tergantung pada bahasa sedangkan bahasa adalah sesuatu yang terbatas sehingga jika sesuatu itu terbatas maka hasilnya juga pasti terbatas pula.

Pernyataan :
Sebagai contoh perkataan ‘Ibn Taimiyyah di atas, jika misal pernyataan itu benar, maka menggunakan kaidah logika adalah salah. Karena menggunakan kaidah logika salah, maka prinsip non-kontradiksi salah. Kalau prinsip non-kontradiksi salah . Artinya seluruh kebenaran tiada bermakna, tidak bisa dibenarkan ataupun disalahkan, atau bisa dibenarkan dan disalahkan sekaligus. Kalalu seluruh keberadaan tidak bermakna, maka pernyataan itu sendiri “Man tamanthaqa faqad fazandaqa” juga nafi. Tak bermakna. Tak perlu dipikirkan.
Tanggapan :
Seperti yang saudara nyatakan bahwa “sesuatu apapun pasti sama dengan dirinya sendiri, dan tidak sama dengan yang bukan dirinya” artinya jika sesuatu itu dasarnya sudah kurang maka hasilnya juga pasti kurang seperti itu juga logika apabila prinsip dasarnya kurang maka sudah pasti kesimpulannya juga kurang. Oleh sebab itu sangatlah tidak mengherankan jika kebenaran yang dihasilkan dengan metode logika selalu relatif tergantung kapasitas keilmuan tiap –tiap yang menggunakannya. Seharusya kita mestinya sadar bahwa apa yang dijabarkan dalam prinsip-prinsip logika diatas merupakan fitra manusia dalam berpikir jadi walau tanpa mempelajari prinsip tersebut secara fitrahnya manusia akan menggunakannya juga tanpa harus belajar logika dahulu apalagi sampai dibatasi dengan prinsip dasar tertentu. yang perlu digaris bawahi bahwa prinsip dasar tersebut bukan patokan manusia untuk dijadikan alat guna menyatakan sebuah argumentasi yang benar karena masih ada komponen agama berupa wahyu dan hadits-hadits yang shohih yang mesti ditambahkan untuk melahirkan kesimpulan yang akurat. artinya agamalah yang mengawasi prinsip dasar logika ini guna menghasilkan kebenaran yang sesungguhnya bukan logika yang mengawasi agama.
Pernyataan :
Menerima kebenaran pernyataan beliau tersebut sama saja dengan mengkafirkan beliau. Karena jika peenyataan tersebut benar, maka untuk membenarkannya telah digunakan kaidah logika. Dan karena beliau telah menggunakan kaidah logika, menurut pernyataan-nya sendiri beliau kafir. Jadi sebaiknya pernyataan pengkafiran orang yang menggunakan logika ini benar-benar ditolak. Pernyataan ini salah. Salah. Dan mustahil benar. Karena kalau benar, semua orang yang berfikir benar kafir. Dan ini mustahil.
Tanggapan :
Menurut saya sangat spakat dengan apa yang dikatakan oleh beliau tenang haramnya logika, karena kerusakan dimuka bumi ini adalah sebagian besar sumbangan dari pada penggunaan logika tadi yang secara sadar dan tidak sadar manusia berpikir untuk sebuah kebenaran yang relatif karena kebenaran itu cuma miliknya sendiri yang disepakatinya sendiri pula dan anehnya selalu saja berubah-ubah sesuai dengan tingkat pengetahuan manusia, berbeda dengan kebenaran agama (Islam) dimana kebenarannya mutlak benar dan sampai kapanpun tidak berubah-ubah dari awal sampai akhirnya. sebuah pernyataan benar apabila sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh agama (kebenaran pernyataan manusia tunduk pada kebenaran peryataan wahyu).
Mengapa sampai kita harus memberi predikat kafir bagi orang yang berlogika karena dia mengikuti pola yang salah artinya aristoteles berbuat salah karena dia membuat prisip dasar logika yang penuh dengan kekurangan. karena jika sebaliknya maka didunia ini seharusnya sudah tidak ada lagi yang relatif namun kebenarannya sudah mutlak dan sempurna.
Pernyataan :
“Wa qul jaa ‘al-haqqa wazahaaqal-baathil, innal-baathila kaana zahuuqa.” Dalam pandangan saya, Islam jelas menentang adanya relativisme Kebenaran. Dalam Islam yang benar pasti benar dan tidak mungkin salah. Sedang yang salah pasti salah dan tak mungkin benar. Dalam dunia dikenali adanya golongan relativis kebenaran yang disebut sufastaiyyah. Golongan relativis kebenaran ini merupakan pewaris mazhab pemikiran sophisme, yang bermula pada abad ke-5 dan ke-4 SM di Yunani melalui pemikiran Protagoras, Hippias, Prodicus, Giorgias dan lain-lain. Beberapa pemikiran yang mendasari gelombang filsafat pasca-modernis juga merupakan cerminan dari pandangan golongan ini. Dalam majalah Ummat No.3/Thn.I/7 Agustus 1995, hal 76, DR.Wan Mohd Nor Wan Daud menjelaskan bahwa Akidah Islam jelas menentang keras sikap golongan sufastaiyyah ini. Bagi golongan sufastaiyyah, benar itu bisa salah dan salah itu bisa benar. Bagi golongan shopisme Yunsni, semua yang jelas-jelas ada ini dianggap tidak memiliki keberadaan. Jadi ada dan tiada sama saja. Bagi golongan positivis pasca- Renaisance, semua yang tidak bisa diukur tidak bisa ditentukan benar salahnya. Bagi pengikut Marx dan Hegel, kontradiksibukan saja mungkin terjadi, tapi menjadi arah gerakan alam yang sering disebut sebagai dialektika Hegel. Bagi golongan relativis pasca-modern, yang mendasarkan pemiokirannya pada language games ala Wittgenstein ataupun Russel seyiap propisisi adalah bahasa, dan setiap bahasa nilai kebenarannya relatif, karena itu setiap keberanan itu relatif.
Adapun sufastaiyyah, misalnya sama. Menghancurkan kaidah dasar logoka. Yaitu prinsip non-kontradiksi. Hanya Protagoras meniadakannya dalam tingkatan ada-tidaknya segala sesuatu, para positivis meniadakannya pada tingkatan hal yang tidak bisa diindra, Marx dan Hegel meniadaknnya sebagai watak umum segala yang maujud, dan Wittgenstein maupun Russel menghilangkan otoritas fikiran untuk menerapkan kaidahnya kepada alam di luar fikiran. Hasilnya sama. Runtuhnya seluruh bangunan pengetahuan manusia. Runtuhnya suatu bangunan keyakinan manusia. Bahkan keyakinan tentang adanya dirinya sendiri ! Na’uudzubihi min dzaalik.
Penerapan kaidah-kaidah berfikir yang benar telah menghantarkan para filosof besar pada keyakinan yang pasti akan keberadaan Tuhan. Socraets dengan The Most Beauty -nya. Plato dengan archetype -nya. Aristoteles dengan prime-mover-nya.. ‘Ibn Arabi dengan al-jam’u bainal-‘addaad (coincindentia in oppositorium) nya. Suhrawardi dengan Nur-i-qahir nya. Mulla Shadra dan Mulla Hadi Sabzavary dengan Al-Wujud Al-Muthlaq-nya. Jelas-jelas penerapan logika bagi mereka tidak menentang agama. Malah sebaliknya, me-real-kan agama sampai ke seluruh pori-pori rohaninya yang mingkin. Atau dengan kata lain, mencapai hakikat. Dalam dialog terakhir Socrates, digambarkan betapa figur filsuf ini mati tersenyum setelah menyebut nama Tuhan sebelum akhir hayatnya. Tentang Aristoteles, sebuah riwayat menyatakan bahwa ia adalah seorang nabi yang didustakan ummatnya. Tentang ‘Ibn ‘Arabi, tidak ada yang menyangsingkan sebagai salah seorang sufi terbesar sepanjang sejarah dengan tak terhitung pengalaman ruhani yang tertulis di kurang lebih 700 kitabnya. Sedang Mulla Shadra , tujuh kali haji ke Mekkah dengan berjalan dari Qum (Iran) hanya untuk memenuhi panggilan kekasih-Nya. Alih-alih logika menentang agama, malah logika adalah kendaraan super-executive untuk mencapai hakikat. Dan sekali lagi alih-alih logika menentang agama , tanpa logika agama tak-kan dapat terpahami. Jadi apakah logika menentang agama?
Tanggapan :
Pada kesimpulannya logika nyata menentang agama hal ini berdasarkan pernyataan anda sendiri yang mengatakan bahwa “tanpa logika agama takkan dapat terpahami “artinya bahwa pemahaman agama tergantung pada penggunaan logika seseorang inikan sama saja dengan pernyataan Rene descartes yang mencoba menentukan kebenaran berdasarkan pikirannya “Aku berfikir, karena itu aku ada” sehingga otoritas kebenaran ada pada mahluk itu sendiri yang berhak menentukan kebenaran, apa bedanya anda dengan sufastaiyyah yang anda sebutkan diatas.
Saudaraku manusia dibekali akal dan pikiran untuk memahami agama, bukan nanti seseorang itu belajar berlogika baru agama dipahami namun agama tetap akan dipahami manusia yang memfungsikan akal dan pikirannya tanpa logika semata karena logika dan akal pikiran adalah dua hal yang berbeda polanya. Dimana logika bergantung terhadap prinsip dasarnya sedangkan akal dan pikiran bergantung kepada semua yang dapat dijadikan rujukan baik dari dirinya, lingkungannya maupun dari Tuhannya.